on

Mengulas Huawei ShotX: Solusi Kamera Selfie?

Handphone Android terbaru Huawei ShotX menurut sang produsen mencoba menawarkan solusi akan performa kamera selfie atau kamera sekunder yang sampai saat ini dinilai masih jauh di bawah ekspektasi. Sebagian besar konsumen memang cukup puas selama foto dari kamera tersebut layak diunggah ke media sosial, namun tak sedikit pula yang menuntut kuaitas lebih baik.

Solusi yang ditawarkan oleh salah satu produsen smartphone terbesar di dunia Huawei lewat ShotX sebenarnya bukan solusi final namun lewat mekanisme yang memungkinkan lensa kamera diputar untuk difungsikan sebagai kamera utama sekaligus kamera sekunder setidaknya untuk sementara waktu sanggup mengatasi keluhan terkait kualitas foto yang dihasilkan oleh semua kamera sekunder pada smartphone.

Huawei ShotX Indonesia


Bedah Desain dan Spesifikasi Huawei ShotX

Oleh karena dimaksudkan untuk bermain di segmen menengah maka tidaklah mengejutkan jika Huawei ShotX masih mengadopsi material plastik pada casingnya. Namun tentu bukan soal material yang pantas dikritik dari sisi desain. Meski beberapa bagian permukaannya tampak diberi pattern namun ternyata tak lebih dari sekedar cetakan, alhasil kala digenggam smartphone terbaru keluaran Huawei ini cenderung licin di tangan.

Build quality-nya sendiri terbilang baik, memang ketika ditekan keras ia terasa kurang kokoh namun untuk penggunaan normal sehari-hari kondisi tersebut tidak tersadari. Ketiadaan modul kamr sekunder di bagian depan membuatnya tampak ringkas sekaligus kompak.

Review Huawei ShotX Indonesia

Untuk jantung performanya cukup mengejutkan bahwa Huawei tidak menggunakan chipset buatan mereka sendiri sebagaimana umumnya digunakan pada sebagian besar smartphone buatan pabrikan asal Cina tersebut. Kali ini justru chispet kelas menengah terbaru besutan Qualcomm yaitu Snapdragon 616 yang dipilih oleh sang produsen untuk Huawei ShotX. Mendampingi chipset tersebut adalah RAM sebesar 2 GB dimana secara teoritis kombinasi keduanya cukup mumpuni untuk ukuran smartphone kelas menengah. Sedangkan media penyimpanan internal yang tersedia sebesar 16 GB dengan opsi penambahan memori eksternal hingga kapasitas 32 GB.

Sayang sekali slot memori eksteral tersebut merupakan slot hybrid yang artinya pengguna harus memilih antara menggunakannya untuk menempatkan keping microSD atau untuk kartu SIM kedua.

Selain kamera yang bisa berputar, fitur andalan lain dari smartphone Android Huawei ShotX adalah sensor pemindai sidik jari. Keberadaannya membuktikan konsistensi pernyataan resmi pihak Huawei beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa semua smartphone dan tablet yang bakal mereka produksi tahun ini sudah mengusung sensor pemindai sidik jari.

Sementara ini di sektor perangkat lunak sistem operasi Android 5.1.1 Android yang dijalankan berdampingan dengan tampilan antar muka Emotion UI 3.1. Penyempurnaan penting pada tampilan antar muka terbaru besutan Huawei ini adalah keberadaan apps drawer yang selama ini selalu minus pada tampilan antar muka smartphone buatan produsen asal Cina.

Masuk pada fitur kamera, meski dikampanyekan sebagai smartphone yang memberi solusi atas kualitas kamera sekunder sayangnya kamera pada Huawei ShotX sendiri jauh dari memuaskan. Tingkat ketajaman foto yang dihasilkan masih di bawah ekspektasi untuk ukuran smartphone kelas menengah sekalipun, dan kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar foto tampak kabur. Walau demikian tidak salah jika sang produsen menyebutnya sebagai solusi atas kualitas dan performa kamera selfie, pasalnya dibanding kamera selfie/sekunder yang ada di pasaran ia jelas lebih baik.

Kualitas Kamera Huawei ShotX

Layar IPS berukuran 5.2 inch pada Huawei ShotX sanggup menampilkan resolusi maksimal setara FHD dengan kerapatan warna mencapai 424 ppi. Dibandingkan layar smartphone sekelasnya, layar Huawei ShotX tampak superior dari sisi tingkat kecerahan maupun reproduksi warna hitam dan putih.

Performa Huawei ShotX sendiri tak bisa dibilang istimewa meski sudah menggunakan chipset terbaru. Bahkan kala menggunakan virtual keyboard saja gejala lag sudah cukup bisa dirasakan. Beberapa game sederhana seperti ‘Angry Birds 2’ sanggup berjalan dengan baik, namun game yang lebih kompleks seperti ‘Asphalt 8’ hanya bisa berjalan mulus pada low settings.

Spesifikasi dan Harga Huawei ShotX

Menggunakan non-removable baterai berkapasitas 3100 mAh Huawei ShotX sanggup bertahan selama 20 jam dalam kondisi idle dan 4 jam untuk heavy-load.

Opini Terhadap Huawei ShotX

Pada dasarnya ide yang diusung oleh Huawei lewat ShotX cukup menarik, namun eksekusinya tidak tampak matang. Meski kamera tersebut tampak superior dibanding umumnya kamera sekunder namun sebagai kamera utama ia jauh di bawah ekspektasi. Di sektor performa keberadaan apps drawer merupakan penyempurnaan yang sangat layak diapresiasi namun di sisi lain perpaduan Snapdragon 616 dan RAM 2 GB yang tidak sanggup menjalankan sistem operasi dengan mulus masih menjadi PR penting yang harus segera digarap oleh sang produsen jika ingin menempatkan produknya sanggup bersaing dengan kompetitor dari Korea dan Jepang.