on

Mengapa LG G2 Masih Menjadi Salah Satu Handphone Android Terbaik?

Meski sama-sama berasal dari Korea dan dalam banyak hal inovasi serta kualitas produk LG tak kalah dari Samsung namun di mata konsumen internasional tidak demikian. Setidaknya beberapa tahun silam, nama LG Mobile sendiri mulai diperhatikan manakala Google menggandengnya untuk memproduksi Nexus 4. Dianggap sukses menerjemahkan ekspektasi Google akan sebuah smartphone Android yang ideal maka kolaborasi keduanya pun berlanjut dalam proyek berikutnya yaitu LG Nexus 5 dan LG Nexus 5X.

Popularitasnya di pasar internasional memang dilahirkan oleh Nexus 4, namun LG sendiri memanfaatkan momen tersebut untuk menggarap mereknya sendiri yaitu LG G2 yang meski tanpa supervisi dari Google nyatanya sempat menyandang gelar ‘Smartphone Android Terbaik’ beberapa tahun silam. Kini setelah digantikan posisinya oleh LG G3 dan baru-baru ini oleh LG G4 ternyata LG G2 masih menyimpan daya pikatnya sendiri. Apa yang membuat sosok LG G2 menjadi demikian istimewa bahkan sampai penghujung tahun 2015 ini?

LG G2 2015


Mengenal Keistimewaan LG G2

Sama halnya seperti flagship model keluaran terkini, LG G2 pun hadir dengan layar ekstra lebar yaitu 5.2 inch hingga beberapa orang lebih nyaman menyebutnya sebagai phablet. Bagaimanapun pabrikan asal Korea ini cukup sukses merancang desainnya sehingga meski dengan ukuran layar sebesar itu ia masih relatif mudah disimpan di dalam saku.

Dari sisi desain, hal yang acapkali membuat calon konsumen merasa kurang sreg untuk meminangnya adalah penggunaan material plastik sebagai bahan casing. Memang jika dibanding Sony Xperia Z1 atau iPhone 5s kentara sekali bahwa LG G2 tidak mampu menampilkan kesan premium, setidaknya dari sisi build quality tak ada kritik yang perlu diberikan kepadanya. Lagi pula flagship model bikinan kompetitor senegaranya yaitu Galaxy S4 juga masih menggunakan material yang sama.

Justru kekurangan LG G2 dari sisi ini adalah desain unibodi yang memaksa produsen menggunakan non-removable battery serta menghilangkan slot memori eksternal. Proses memasang atau mengeluarkan microSIM saja tidak terasa sederhana karena butuh bantuan pin atau paperclip.

Lewat LG G2 ini pulalah untuk pertama kalinya sang produsen menempatkan physical button di bagian belakang, tepatnya tombol daya serta tombol pengatur volume. Awalnya penempatan ini memang membuat pengguna baru merasa kikuk dan tidak terasa praktis karena sudah terbiasa dengan tata letak yang konvensional, namun ternyata setelah beberapa waktu memang cukup beralasan jika LG beralasan posisi di belakang terasa lebih alamiah.

Apakah LG G2 Masih Layak Dibeli?

Bicara soal kompetitor, LG G2 merupakan rival dari Samsung Galaxy S4. Kala LG pertama kali memperkenalkan ponsel ini banyak yang langsung menuduh mereka menjiplak desain Galaxy S4. Memang kemiripan desain antara LG G2 dan Samsung Galaxy S4 demikian kental, hanya saja kala menggenggam dan membandingkan keduanya secara langsung sangat jelas bahwa build quality LG G2 lebih unggul ketimbang rivalnya itu.

Desain bagian depan juga menunjukkan kemajuan LG dibanding Samsung kala itu. Sementara Samsung tampak berusaha menempatkan layar berukuran lebar ke casing dengan dimensi seminim mungkin, LG sanggup menjadikannya lebih proporsional dengan bezel paling tipis pada masanya.

Kelebihan dan kekurangan LG G2

Dari sisi performa sendiri sebagaimana diketahui bahwa LG mengandalkan Snapragon 800 dengan prosesor Quad-core 2.26 GHz terintegrasi seperti yang digunakan juga oleh Samsung Galaxy Note III versi internasional. Dengan didampingi RAM sebesar 2 GB terbukti sampai hari ini pun performa LG G2 masih sangat mumpuni, tak ada satu aplikasi pun yang tak bisa dijalankan oleh LG G2 dengan mulus. Unit LG G2 yang digunakan pada ulasan ini masih menjalankan Android Jelly Bean.

Sang produsen melepas LG G2 dalam dua opsi kapasitas memori internal masing-masing 16 GB dan 32 GB, mengingat bahwa selisih harga keduanya tidak terlalu signifikan dan fakta bahwa eks-smartphone Android terbaik ini tidak mendukung microSD maka akan lebih bijaksana jika memilih versi memori internal 32 GB.

Berbeda dengan dua penerusnya yang dengan bangga menawarkan layar beresolusi QHD, kala merilis G2 sang produsen masih sebatas menggunakan layar FHD. Beberapa orang menilainya sebagai kekurangan namun beberapa sisanya justru melihat sebagai kelebihan karena resolusi yang lebih rendah berarti pula konsumsi daya baterai lebih rendah.


Terlepas bagaimana Anda melihatnya kualitas warna serta gambar yang ditampilkan oleh layar ini tetap terbilang tajam serta akurat untuk ukuran masa kini sekalipun. Reproduksi warna yang dihasilkan bahkan nyaris mendekati layar Super AMOLED kecuali warna hitam yang tetap tidak benar-benar solid. Layar IPS dengan kerapatan warna mencapai 424 ppi ini juga memiliki viewing angles luas.

Dalam upaya mengkompensasi ukuran layar yang besar maka LG menempatkan fitur ‘One Handed Operation’ yang mereposisi elemen-elemen di layar agar lebih mudah dijangkau. Pada kenyataannya meski dengan fitur ini tetap saja mengoperasikan dengan tangan satu terlalu sulit dilakukan oleh ukuran tangan rata-rata orang Indonesia.

Kelebihan LG G2 lainnya yang masih relevan hingga hari ini terletak pada kamera utama 13 MP yang didukung oleh segudang fitur dan mode termasuk HDR. Tingkat detil serta reproduksi warna yang dihasilkan sangat memuaskan, satu-satunya kekurangan adalah auto-focus yang bekerja cukup lambat. Dan memang pada versi ini LG belum memperkenalkan laser auto-focus yang kini ada pada beberapa ponsel terbaru buatan mereka.

Mode perekaman video dengan resolusi 1080 pixels pada 60 fps pun juga menghasilkan kualitas yang terbilang baik, belum mampu menggantikan handycam namun terbilang outstanding untuk ukuran kamera smartphone.

Opini Akhir Terhadap LG G2


Harga LG G2
Putih
Harga LG G2
Jual LG G2

Diantara beberapa kelebihan LG G2 yang sudah disebut di atas ada dua poin menonjol yang membuatnya tetap ideal dibeli saat ini. Dua hal tersebut adalah chipset Snapdragon 800 yang sanggup mengolah berbagai aplikasi terkini sekalipun serta baterai 3.000 mAh yang sanggup bertahan lebih dari sehari untuk penggunaan normal.

Di luar itu masih ada fitur kamera serta layar yang merupakan kelebihan lain dari flagship smartphone andalan LG di tahun 2013 silam.
Sedangkan kelemahan dari LG G2 pertama-tama terletak dari efek penerapan desain unibody yang membuat pabrikan memutuskan menghilangkan dukungan memori eksternal serta menggunakan non-removable battery. Kelemahan kedua adalah fakta bahwa ponsel ini dirilis pada akhir tahun 2013 dengan sistem operasi Android 4.2.2 (bukan 4.4 seperti LG Nexus 5) sehingga kemungkinan besar ia segera disingkirkan dari dukungan update resmi dalam waktu dekat.

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, serta mempertimbangkan harga resmi LG G2 saat ini kami menilai bahwa eks-smartphone Android terbaik ini masih menawarkan overall good value for the money hingga hari ini.